PERATURAN AKADEMIKSMK NEGERI 2 SEWON

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

  1. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN
  2. Proses Pembelajaran dilaksanakan dalam tahun pelajaran berlangsung/berjalan.
  3. Satu Tahun Pelajaran dibagi menjadi dua semester yang terdiri dari semester gasal dan semester genap.
  4. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran dalam satu tahun pelajaran minimal sebanyak 38 minggu,
  5. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran setiap semesternya minimal sebanyak 19 minggu .
  6. Setiap guru wajib memiliki perangkat pembelajaran dan selalu dibawa ke dalam kelas, yang berupa:
  7. Kalender pendidikan
  8. Kompetensi semester
  9. Kompetensi tahunan
  10. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
  11. Kriteria ketuntasan minimal (KKM)
  12. Model Pembelajaran Tatap Muka, Tugas Mandiri, Tugas Mandiri Tidak Terstruktur.

 

  1. KEHADIRAN SISWA
  2. Siswa wajib hadir mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun pelajaran untuk setiap tingkat;
  3. Setiap peserta didik wajib hadir mengikuti proses belajar mengajar minimal 90 persen; kehadiran dalam satu semester;
  4. Dalam satu semester setiap siswa wajib hadir mengikuti proses pembelajaran tatap muka minimal sebanyak 19 kali jumlah Jam Pelajaran perminggu dari setiap Mata Pelajaran;
  5. Setiap siswa wajib mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di lapangan (di luar kelas) sesuai karakteristik Mata Pelajaran dan tuntutan Standar Isi setiap Mata Pelajaran;
  6. Setiap siswa yang tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar di kelas dihitung masuk dalam kegiatan belajar mengajar apabila siswa tersebut:
  7. Mengikuti lomba mewakili sekolah, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi,atau Nasional.
  8. Mengikuti rapat OSIS dan mendapat izin dari guru mata pelajaran.
  9. Menghadiri upacara/kegiatan yang ditugaskan oleh OSIS dan atau sekolah.
  10. Mengikuti lomba/pertandingan seni/olahraga dari lembaga resmi dengan dibuktikan oleh surat klubnya.
  11. Mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan Kompetensi sekolah.

 

  1. KETIDAKHADIRAN SISWA
  2. Ketidakhadiran siswa dalam kegiatan proses pembelajaran dapat disebabkan karena:
  3. Sakit (dibuktikan dengan surat keterangan dokter/pemberitahuan langsung orang tua/wali)
  4. Izin (didahului dengan surat pemberitahuan dari orang tua)
  5. Ditugaskan oleh sekolah mengikuti kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler.
  6. Sengaja tidak mengikuti kegiatan pembelajaran (bolos) dan atau tanpa keterangan yang sah.
  7. Setiap peserta didik yang tidak dapat mengikuti KBM karena sakit maksimal tiga hari harus disertai dengan surat keterangan dokter; apabila hanya satu hari cukupdenganpemberitahuandari orang tuasiswa.

 

  1. PROSES PENILAIAN
  2. Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan melalui berbagai kegiatan ulangan dan Tugas Mandiri/Kelompok.
  3. Tugas yang dibebankan guru kepada siswa dapat berupa :
  4. Tugas Terstruktur
  5. Tugas Mandiri Tidak Tersetruktur
  6. Siswa wajib menyelesaikan seluruh tugas yang dibebankan oleh guru.

 

  1. SANKSI
  2. Persentase minimal kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 80 % dari kehadiran wajib.
  3. Persentase minimal kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 50% dari kehadiran wajib,jika ketidak- hadirannya akibat ditugaskan sekolah mengikuti kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler.
  4. Siswa yang tidak diikutsertakan proses penilaian akibat tidak memenuhi kehadiran minimal, dikembalikan kepada orang tua setelah ada pemberitahuan/peringatan kepada orang tua terlebih dahulu.
  5. Siswa yang tidak mengikuti proses penilaian secara lengkap tidak diperkenankan mengikuti US/UN.

 

  1. KETENTUAN PENILAIAN ( Permendiknas No.20 Tahun 2007 )
  2. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan mengacu pada standar kompetensi lulusan untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  3. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.
  4. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.
  5. Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
  6. Penilaian kepribadian yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan norma dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
  7. Penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan secara periodik melalui: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan proses kenaikan kelas.

 

  1. ULANGAN DAN UJIAN
  2. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan (remedial) pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.
  3. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
  4. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
  5. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
  6. Proses kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut.
  7. Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.
  8. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.

 

  1. PELAKSANAAN ULANGAN DAN UJIAN
  2. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan harian dan Tugas Mandiri/Kelompok dilakukan sepenuhnya oleh pendidik.
  3. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan proses kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan.
  4. Ujian Sekolah dilaksanakan oleh satuan pendidikan
  5. Ujian Nasional dilaksanakan oleh Pemerintah

 

  1. NILAI / LAPORAN PENILAIAN
  2. Nilai ahlak mulia dan kepribadian dihimpun oleh guru BP/BP/BK dari guru agama dan Kewarganegaraan.
  3. Nilai Pengembangan Diri dihimpun oleh guru BP/BK dari Pelatih/Instruktur/Pembimbing kegiatan pengembangan diri melalui kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Nilai harian diperoleh dari gabungan Hasil ulangan harian dengan nilai tugas dengan perbandingan 60% : 40 %.
  5. Skala nilai untuk pengetahuan dan praktik memakai skala ratusan dan nilai yang pecahan dibulatkan ke atas contoh ; 74,51 dibulatkan 75.
  6. Skala nilai kepribadian, Sangat Baik = A (86 – 100), Baik = B (71 – 85), Cukup = C (56 – 70), Kurang = D (40 – 55)
  7. Setiap peserta didik berhak menerima pengembalian hasil ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas setelah diperiksa dan diberi komentar oleh pendidik.
  8. Nilai akhir (Nilai Raport) setiap mata pelajaran diperoleh dari 30% Nilai Harian, 30% Nilai Ulangan Tengah Semester dan 40% Nilai Ulangan Akhir Semester/Nilai Ulangan Kenaikan Kelas.
  9. Nilai Ujian Sekolah / UN diperoleh berdasarkan ketentuan kemendiknas.

9.Nilai pada laporan hasil belajar selalu ada komentar dari pendidik berdasarkan Kompetensi Dasar yang diselesaaikan dalam satu semester.

 

  1. REMIDIAL
  2. Peserta didik yang belum mencapai KKM pada ulangan harian dan Ujian Tengah Semester harus mengikuti pembelajaran remidial.
  3. Pembelajaran remedial diberikan setelah dilakukan analisis terhadap hasil ulangan harian (untuk beberapa KD) atau ujian tengah semester (untuk beberapa SK).
  4. Pembelajaran remedial dapat diselenggarakan dengan berbagai kegiatan antara lain:
  5. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda melalui kegiatan tatap muka di luar jam efektif.
  6. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan.
  7. Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus.
  8. Pemanfaatan tutor sebaya.
  9. Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti Kompetensi pembelajaran remedial.
  10. Nilai hasil remedial tidak melebihi nilai KKM.
  11. Satuan pendidikan tidak memperkenankan proses remedial dengan pengganti dalam bentuk barang/uang.

 

  1. KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN
  2. Kenaikan Kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau setiap akhir semester genap.
  3. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semerter genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil, harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester genap.
  4. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI dan XII, apabila:
  5. Tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada mata pelajaran Agama dan Kewarganegaraan
  6. Tidak memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhlak mulia dan kepribadian.
  7. Memiliki satu mata pelajaran dengan nilai kurang dari atau sama dengan 40.
  8. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 5 (lima) mata pelajaran dan harus dituntaskan dalam waktu yang telah ditetapkan.
  9. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 5 (lima) mata pelajaran dan harus dituntaskan dalam waktu yang telah ditetapkan yang bukan mata pelajaran ciri khas Kompetensi, atau yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu mata pelajaran ciri khas Kompetensi.
  10. Kelulusan peserta didik ditetapkan oleh rapat Dewan Pendidik dengan krireria:
  11. Menyelesaikan ketuntasan seluruh Kompetensi pembelajaran.
  12. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
  13. Lulus Praktek Kerja Industri (PRAKERIN).
  14. Lulus Uji Kompetensi (UJIKOM)
  15. Mengikuti Pra UN 1 dan 2
  16. Lulus ujian sekolah.
  17. Lulus UN.

 

  1. HAK DAN KEWAJIBAN SISWA MENGGUNAKAN FASILITAS BELAJAR
  2. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas belajar dalam rangka mencapai kompetensi dasar sesuai mata pelajaran yang berupa:
  3. Alat dan Bahan Praktikum untuk mata pelajaran IPA,Kimia, dan Fisika
  4. Media Pembelajaran
  5. Alat/perabot praktik untuk mata pelajaran Kesenian, Penjasorkes dan Keterampilan
  6. Komputer dan Internet untuk praktik mata pelajaran KKPI
  7. Alat praktik (Lab. Bahasa) bila ada untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
  8. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas perpustakaan sekolah seperti meminjam buku pelajaran, buku refrensi, dan pengetahuan umum di perpustakaan sesuai prosedur.
  9. Setiap peserta didik berkewajiban untuk memiliki minimal satu buah buku pelajaran dan buku referensi setiap mata pelajaran yang sesuai dengan Standar Isi Kurikulum.
  10. Setiap peserta didik berkewajiban untuk memelihara setiap fasilitas belajar yang terdapat di perpustakaan, Lab.Fisika (bila ada), Lab. Kimia (bila ada), Lab. IPA (bila ada), Lab.Bahasa (bila ada), Lab.Matematika (bila ada), Lab.Komputer, dan Lab. IPS (bilaada).

 

  1. LAYANAN KONSULTASI SISWA

1.Untuk membantu pencapaian kompetensi, setiap peserta didik diberi pelayanan akademis oleh guru mata pelajaran,wali kelas, maupun konselor (Guru BP/BK)

  1. Setiap guru mata pelajaran wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya.
  2. Setiap wali kelas wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya.
  3. Setiap guru BP/BK wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya.
  4. Layanan khusus diberikan kepada setiap peserta didik yang memiliki masalah khusus dalam mengikuti proses pembelajaran, seperti masalah:
  5. Kehadiran
  6. Kepribadian
  7. Ahlak
  8. Ekonomi
  9. Keamanan
  10. Layanan khusus diberikan secara berjenjang mulai dari guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BP/BK, Para Pembina, dan Para Wakasek.
  11. Segala bentuk pelayanan (akademik dan khusus) dikoordinasikan dengan guru BP/BK.
  12. Setiap peserta didik wajib melaksanakan satu jenis kegiatan pengembangan diri.
  13. Setiap peserta didik berhak mendapat pelayanan untuk melaksanakan pengembangan diri.

 

  1. MUTASI SISWA
  2. Mutasi siswa dapat berupa:
  3. Mutasi Jurusan
  4. Mutasi Masuk
  5. Mutasi Keluar
  6. Peserta didik yang ingin pindah jurusan setelah satu bulan kegiatan pembelajaran berlangsung, dipindahkan dari sekolah.
  7. Peserta didik kelas X yang tidak naik ke kelas XI dapat mengulang kembali dikelas X dengan jurusan yang sama.
  8. Peserta didik kelas X yang naik ke kelas XI tidak boleh pindah jurusan yang telah dipilih.
  9. Proses penerimaan siswa pindahan (mutasi) dilakukan paling lambat minggu ke tiga setiap awal tahun pelajaran.
  10. Siswa pindahan (mutasi) harus memenuhi persyaratan:
  11. Berasal dari sekolah di luar wilayah kabupaten / satu kabupaten
  12. Berasal dari sekolah sejenis bukan yang sederajat.
  13. Berasal dari sekolah yang terakreditasi minimal sama.

d.Berasal dari sekolah yang memiliki KKM ≥ KKM sekolah untuk seluruh mata pelajaran.

  1. Berkelakuan baik dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala sekolah.
  2. Setiap peserta didik berhak pindah keluar atas permintaan orang tua/wali murid. Setiap peserta didik berpeluang pindah keluar atas pertimbangan sekolah.

 

 

                                                                                                            Sewon, 3 Juli 2017

                                                                                                            Kepala Sekolah

 

 

                                                                                                            Drs. Pii Kusharbugiadi, MT.

                                                                                                            NIP. 19640115 198903 1 013

524 total views, 7 views today