TATA TERTIB SISWA SMK NEGERI 2 SEWON

TAHUN PELAJARAN 2017/2018

 

  1. PENDAHULUAN
  2. Tata tertib ini disusun untuk menciptakan disiplin peserta didik sebagai syarat utama terlaksananya proses belajar mengajar yang efektif.
  3. Tata tertib ini berisi:

2.1. Hak Siswa

2.2. Kewajiban Siswa

2.3. Larangan Siswa

2.4. Sanksi

2.5. Hubungan Kompetensi Keahlian Multimedia dengan Orangtua / Wali Siswa

  1. Tata tertib ini wajib ditaati oleh semua siswa selama masih berlajar di SMK Negeri 2 Sewon.
  2. Tata tertib ini disusun berdasarkan pedoman dari Depdiknasdan SMK Negeri 2 Sewon, sebagai berikut:

 

  1. HAK SISWA
  2. Setiap siswa berhak menerima pendidikan pengajaran sebagaimana mestinya sesuai dengan jadwal / kalender pendidikan yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun SMK Negeri 2 Sewon.
  3. Setiap siswa dapat berkonsultasi dengan Guru, Wali Kelas, BP, Kepala Kompetensi Keahlian, maupun Kepala sekolah.
  4. Siswa berhak menyampaikan pertanyaan tentang materi pelajaran yang diterangkan oleh Guru mata pelajaran, jika merasa belum memahami keterangan yang diberikan oleh Guru tersebut.
  5. Siswa berhak minta kepada Guru untuk memberikan penjelasan atau menerangkan mata pelajaran di dalam kelas.

 

III. KEWAJIBAN SISWA

  1. Menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, setiap siswa harus bertindak dan bersikap sopan serta menghormati Guru dan sesama siswa.
  2. Membuat dan menjaga nama baik Kompetensi Keahlian Multimedia.
  3. Setiap jam pertama menjelang pelajaran dimulai dan jam terakhir menjelang pulang, siswa-siswi duduk dengan hikmat, berdoa, dan menjawab salam dari Guru.
  4. Siswa-siswi wajib memakai seragam dan atribut sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku, sebagai berikut:
  5. Pakaian seragam harus bersih, rapi, dan tidak boleh dicoret-coret dengan spidol atau alat tulis lainnya.
  6. Bahan dan model pakaian disesuaikan dengan contoh yang memberikan sekolah dan tidak dibenarkan membuat model sendiri.
  7. Jadwal pemakaian seragam sekolah diatur sebagai berikut:

– Hari Senin: Putih – Putih

– Hari Selasa – Kamis: Abu Abu – Putih

– Hari Jumat – Sabtu: Seragam Batik SMK Negeri 2 Sewon

  1. Setiap hari memakai sepatu hitam bertali, kaos kaki warna putih polos minimal diatas mata kaki.
  2. Kemeja / blouse harus dimasukkan ke dalam celana / rok.
  3. Pakaian seragam Olah Raga harus dipakai selama pelajaran Olah Raga berlangsung.
  4. Siswa tidak diperbolehkan memakai kemeja dan celana yang berukuran sempit dan ketat.
  5. Siswa tidak dibenarkan memakai sweater atau jaket di sekolah, kecuali cuaca dingin, hujan,atau sakit.
  6. Siswa diwajibkan memakai bed dan atau lokasi, tanda identitas sesuai aturan.
  7. Rambut:
  8. Rapi dan tidak diperbolehkan panjang melebihi kerah kemeja atau daun telinga serta menutupi alis mata (khusus untuk siswa laki-laki).
  9. Tidak boleh memakai rambut palsu (wig) dan mewarnai rambut dengan alasan apapun.
  10. Kehadiran siswa disekolah
  11. Waktu belajar dimulaipagi mulai pukul 07.00 – 16.45 WIB
  12. Selambat-lambatnya 5 menit sebelum jam pelajaran dimulai, siswa sudah hadir disekolah.
  13. Apabila keterlambatan telah melampaui batas waktu yang telah ditetapkan, yaitu 45 menit (satu jam pelajaran) tanpa alasan yang bisa diterima, Guru Piket berhak memulangkan siswa yang terlambat dengan memberikan surat pemulangan, kemudian melaporkannya kepada Wali Kelas siswa tersebut.
  14. Apabila seorang siswa tidak hadir disekolah (absen), maka pada hari pertama masuk sekolah harus memperlihatkan surat yang sah dari:

– Orangtua / Wali Siswa yang menerangkan alasan ketidakhadiran siswa yang bersangkutan

– Surat keterangan dokter, apabila sakit lebih dari 2 (dua) hari.

  1. Apabila siswa karena sesuatu dan lain hal harus meninggalkan jam pelajaran, maka siswa yang bersangkutan harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Sekolah melalui Guru Piket dengan mengajukan alasan yang sah / kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Kemudian pada hari berikutnya wajib menyerahkan surat keterangan Orangtua / Wali Siswa yang menjelaskan hal tersebut.
  2. Apabila seorang siswa merencanakan akan meninggalkan pelajaran sebelum waktunya, maka harus menunjukkan surat izin dari Orangtua terlebih dahulu untuk mendapatkan izin dari Kepala Sekolah (diwakili oleh Kepala KompetensiKeahlian).
  3. Apabila seorang siswa karena suatu hal tertentu tidak dapat mengikuti pelajaran / masuk sekolah selama beberapa hari Orangtua / Wali Siswa harus mengajukan surat permohonan lebih dahulu.
  4. Semua surat keterangan dari Orangtua dialamatkan kepada Kepala KompetensiKeahlian.
  5. Setiap siswa berkewajiban ikut serta memelihara dan menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan keindahan kelas masing-masing serta lingkungan sekolah secara keseluruhan.
  6. Setiap siswa wajib menjunjung tinggi nilai kerukunan, berjiwa besar, dan kebersamaan di dalam ataupun di luar lingkungan sekolah.
  7. Setiap siswa wajib membawa buku paket atau pegangan siswa yang ditentukan oleh Guru Mata Pelajaran / sekolah. Apabila siswa tidak membawa, maka akan diberikan sanksi oleh Guru Mata Pelajaran / sekolah.
  8. Siswa tidak diijinkan keluar masuk kelas pada saat jam pelajaran berlangsung, kecuali dipanggil oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala KompetensiKeahlian,atau Guru Piket.
  9. Siswa wajib duduk ditempat yang telah diatur oleh Wali Kelas, sesuai dengan denah yang ada.
  10. Siswa wajib menjaga ketenangan dan ketertiban selama jam pelajaran berlangsung, terlebih pada waktu tidak ada guru dan guru piket atau Wakil Kepala Sekolah, bagian kurikulum berhak untuk memperingatkan siswa yang bersangkutan.
  11. Pembayaran kewajiban keuangan sekolah paling lambat setiap tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya, apabila terjadi keterlambatan pembayaran Orang tua / Wali Siswa wajib datang ke sekolah untuk memberi keterangan.
  12. Siswa wajib turut serta dalam mendukung upaya pengembangan Bussines Centre atau Unit Produksi Kompetensi Keahlian Multimedia SMK Negeri 2 Sewon.
  13. Wajib mentaati tata tertib laboratorium atau bengkel.

 

  1. LARANGAN SISWA
  2. Dilarang meninggalkan sekolah selama jam sekolah dan meninggalkan ruangan kelas atau laboratorium selama pelajaran berlangsung.
  3. Dilarang berada didalam kelas selama jam istirahat, kecuali alasan tertentu dengan seijin Kepala KompetensiKeahlian melalui Guru Piket.
  4. Dilarang membawa dan atau merokok di dalam atau di luar ruangan kelas, di pekarangan sekolah, di sekitar sekolah terlebih lagi masih mengenakan seragam sekolah.
  5. Siswa dilarang masuk / pergi ke swalayan, mall dimanapun di luar sekolah dengan memakai seragam sekolah.
  6. Dilarang berpakaian yang bertentangan dengan peraturan sekolah serta bersolek atau berhias yang berlebihan, memanjangkan atau menwarnai kuku atau rambut dengan alasan apapun yang tidak sesuai dengan siswa.Siswa putra tidak diperbolehkan memakai anting-anting, kalung, gelang dan perhiasan lainnya.
  7. Dilarang menerima tamu tanpa seijin Guru Piket.
  8. Dilarang membawa, menyimpan, mengedarkan, memakai obat-obatan terlarang (ganja, morfin, heroin dll) dan minum minuman keras beralkohol.
  9. Dilarang membawa senjata api, senjata tajam atau sejenisnya yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan dan pelajaran sekolah.
  10. Dilarang membawa, meminjamkan, mengedarkan buku-buku bacaan, gambar-gambar, film dan media lainnya yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan siswa, seni budaya nasional dan moral Pancasila.
  11. Dilarang berkelahi di luar / di dalam sekolah, baik secara perorangan maupun kelompok.
  12. Dilarang melakukan tindakan yang mengakibatkan kerugian dan kerusakan material milik sekolah maupun perorangan.
  13. Dilarang berdiri / bermain disekitar kelas yang sedang belajar dan menggangu siswa yang sedang mengikuti pelajaran.
  14. Dilarang membentuk organisasi lain di sekolah selain OSIS dan melakukan kegiatan extra di dalam dan di luar di sekolah tanpa seijin Kepala Sekolah melalui Kepala KompetensiKeahlian.
  15. Dilarang mengumpulkan dana dari sesama siswa tanpa seijin Kepala Sekolah. Pengumpulan dana di lingkungan sekolah harus dengan persetujuan dari Kepala Sekolah dan Dewan Sekolah.
  16. Dilarang mencoret-coret dinding kelas, toilet, meja, kursi, dan fasilitas lainnya yang ada dilingkungan sekolah.
  17. Dilarang melakukan perbuatan asusila di dalam dan di luar lingkungan sekolah.
  18. Dilarang membawa permainan dalam bentuk apapun.
  19. Dilarang membawa kendaraan bermotor tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak sekolah.
  20. Dilarang menyimpan benda berupa apapun milik SMK Negeri 2 Sewon, milik bersama kelas diluar lingkungan/ kuasa SMK Negeri 2 Sewon.

 

  1. SANKSI

Siswa yang tidak mematuhi tata tertib tersebut di atas dikenakan sanksi sebagai berikut:

  1. Siswa yang tidak mengenakan seragam (kemeja, blouse, celana / rok, sepatu, atribut, dan dasi) sesuai dengan ketentuan dan hari yang sudah ditetapkan, agar pulang untuk mengganti pakaiannya.
  2. Apabila seorang siswa 2 (dua) kali dalam seminggu tidak mentaati aturan pakaian seragam sekolah, maka untuk yang kedua kalinya siswa yang bersangkutan dipulangkan dan tidak diperkenankan mengikuti pelajaran pada hari tersebut.
  3. Apabila siswa terbukti mencoret-coret dinding di lingkungan sekolah, maka siswa yang bersangkutan diharuskan membersihkan / mengecat kembali. Jika hal itu dilakukan untuk kedua kalinya, maka dikenakan skorsing selama 3 (tiga) hari.
  4. Pemberhentian sementara (skorsing).

Pemberhentian sementara selama 1 (satu) hari dikenakan apabila siswa:

  1. Sudah 2 (dua) kali mendapatkan peringatan secara lisan.
  2. Terbukti membawa salah satu barang yang telah dilarang (lihat IV, no. 3,7,8,9 dan 17).
  3. Sudah 3 (tiga) kali terlambat hadir di sekolah dalam seminggu, tanpa alasan yang dapat diterima oleh sekolah
  4. Tidak menaati peraturan tentang rambut.

 

Pemberhentian sementara selama 3 (tiga) hari dikenakan apabila siswa:

  1. Terbukti melakukan kegiatan yang bertentangan dengan tata tertib sekolah dengan menggangu kegiatan belajar mengajar.
  2. Terbukti membawa rokok dan merokok di lingkungan sekolah.
  3. Sudah 2 (dua) kali dipulangkan dan tidak diperkenankan mengikuti pelajaran sehari penuh karena melanggar ketentuan tentang pemakaian seragam sekolah.
  4. Sudah 2 (dua) kali melanggar ketentuan tentang rambut (pria)

Pemberhetian sementara selama 6 (enam) hari dikenakan apabila siswa:

  1. Berkelahi secara perorangan di sekolah atau secara berkelompok / massal dengan membawa nama sekolah didalam maupun di luar sekolah.
  2. Terbukti membentuk organisasi lain selain OSIS.
  3. Terbukti untuk yang ke 3 (tiga) kalinya tidak menaati ketentuan hal rambut (pria).

Pemberhentian sementara selama 15 (lima belas) hari dikenakan apabila siswa:

  1. Terbukti untuk yang ke-2 (dua) kalinya membawa senjata tajam.
  2. Melakukan tindakan yang mengakibatkan kerusakan / kerugian milik sekolah maupun perorangan, dengan tambahan sanksi diharuskan mengganti kerusakan / kerugian yang ditimbulkan.
  3. Seorang siswa tidak diijinkan masuk sekolah selama yang bersangkutan masih berurusan dengan yang berwajib atau berstatus tahanan.
  4. Siswa dikeluarkan dari sekolah dan dikembalikan kepada Orangtua / Wali Siswa apabila:
  5. Turut terlibat atau mengerakkan / menghasut orang lain dalam perkelahian massal yang membawa nama sekolah didalam maupun diluar sekolah.
  6. Melawan Guru secara fisik.
  7. Seorang siswa absen selama 10 (sepuluh) hari berturut-turut tanpa pemberitahuan yang resmi dan Orangtua / Wali Siswa telah dipanggil tetapi tidak dipenuhi pada hari keempat atau kesembilan.
  8. Melakukan tindak pidana dan dinyatakan bersalah, dihukum oleh pihak pengadilan.
  9. Membawa untuk ke-3 (tiga) kalinya membawa senjata tajam / sejenisnya dalam lingkungan sekolah.
  10. Terbukti membawa / mengkonsumsi / mengedarkan obat-obatan terlarang, minum minuman keras / beralkohol baik di dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
  11. Terbukti untuk yang ke-3 (tiga) kalinya membawa senjata tajam / sejenisnya dalam lingkungan sekolah.
  12. Terbukti untuk yang ke-2 ( dua ) kalinya membentuk organisasi siswa selain OSIS.
  13. Telah 3 (tiga) kali dikenakan skorsing karena tidak mentaati peraturan.
  14. Apabila siswa melakukan tindakan yang mengakibatkan kerugian dan kerusakan material milik sekolah maupun perorangan harus menggantinya dengan barang yang sama / senilai.
  15. Siswa dilarang mengaktifkan HP / sejenisnya didalam kelas. Apabila terbukti mengaktifkan HP, maka HP akan disita oleh sekolah selama 1 (satu) minggu.
  16. Siswa boleh membawa HPtetapi bila terjadi kehilangan, maka hal itu diluar tanggung jawab sekolah.
  17. Siswa yang melakukan upaya yang mengakibatkan kerugian/ penurunan pengembangan Bussiness Centre atau Unit Produksi SMK Negeri 2 Sewon harus mengganti dan mengupayakan pemulihan pengembangan sesuai dengan tingkat kerugian/ penurunan daya pengembangan yang telah diakibatkannya.
  18. Siswa yang melanggar tata tertib laboratorium akan mendapat sanksi sesuai Sanksi Laboratorium.

 

  1. HUBUNGAN SMK NEGERI 2 SEWON DENGAN ORANGTUA / WALI SISWA

Berdasarkan prinsip pendidikan, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan Orangtua / Wali Siswa, maka sangat diharapkan kerjasama antara sekolah (Kompetensi Keahlian Multimedia) dengan Orangtua / Wali Siswa untuk menegakkan tata tertib KompetensiKeahlian Multimedia.Kepada Orangtua / Wali Siswa dimohon untuk turut serta mendorong dan mengawasi putra-putrinya untuk selalu mematuhi tata tertib.

Oleh karena itu Orangtua / Wali Siswa baik diminta maupun tidak diminta oleh KompetensiKeahlian Multimedia dapat mengadakan konsultasi dengan Guru Bimbingan dan Penyuluhan (BP), Guru / Wali Kelas, Kepala Sekolah demi kepentingan anak didik / siswa yang bersangkutan.Dalam kaitan itu, Orangtua/ Wali Siswa dimohon untuk memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Apabila ada panggilan kepada Orangtua / Wali Siswa mohon hadir di sekolah sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh Kepala Sekolah (diwakili oleh Kepala Kompetensi Keahlian / Wali Kelas).
  2. Pemanggilan Orangtua / Wali Siswa, ada 3 (tiga) tahap panggilan yang pelaksanaanya tidak terikat kepada tahapannya, akan tetapi tergantung berat ringannya pelanggaran tata tertib sekolah oleh siswa yang bersangkutan.

Dengan demikian panggilan merupakan peringatan II atau III (terakhir) dapat dilakukan tanpa panggilan I dan II.Panggilan tersebut adalah:

  1. Surat panggilan I merupakan SP I ( Surat Peringatan I )
  2. Surat panggilan II merupakan SP II ( Surat Peringatan II ) dan kepada siswa yang bersangkutan dapat dikenakan skorsing dari sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Surat panggilan III merupakan SP III ( Surat Peringatan III ) atau terakhir dan kepada siswa yang bersangkutan dapat dikenakan tindakan pengeluaran dari sekolah.

 

VII. PENUTUP

Hal-hal lain yang belum diatur dalam tata tertib akan diatur / ditentukan kemudian berupa pengumuman lisan atau tertulis.

 

 

                                                                                                            Sewon, 3 Juli 2017

                                                                                                            Kepala Sekolah

 

 

 

                                                                                                            Drs. Pii Kusharbugiadi, MT.

                                                                                                            NIP. 19640115 198903 1 013

230 total views, 1 views today