SMK Negeri 2 Sewon menyelenggarakan kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas Guru dan Tenaga Kependidikan (Tendik) dengan tema Pelayanan Prima, Disiplin Positif, dan Praktik Restoratif untuk Membangun Budaya Sekolah yang Peduli dan Berkarakter. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin, 10 November 2025 hingga Rabu, 13 November 2025, pukul 08.00–15.30 WIB, bertempat di lingkungan sekolah.
Pembukaan Kegiatan
Workshop diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk peneguhan semangat kebangsaan dan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi melalui sambutan oleh Bapak Raharjo, S.IP., Plt. Kepala SMK Negeri 2 Sewon, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini. Beliau menyampaikan bahwa budaya sekolah yang kuat dibangun dari sikap profesional, pelayanan yang tulus, serta komitmen bersama seluruh warga sekolah. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Arifah Suryaningsih selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, yang menegaskan bahwa workshop ini menjadi bagian dari upaya penguatan implementasi kurikulum sekaligus pembentukan karakter peserta didik melalui pendekatan yang lebih humanis dan reflektif.

Hari Pertama: Pelayanan Prima dan Penguatan Peran Pendidik
Pada hari pertama, workshop menghadirkan narasumber Eva Rahma, S.Psi., M.Pd. yang membawakan materi tentang pelayanan prima dalam dunia pendidikan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pelayanan prima bukan sekadar keramahan, tetapi mencakup profesionalisme, komunikasi efektif, empati, dan responsivitas terhadap kebutuhan siswa serta orang tua. Peserta diajak melakukan refleksi diri dan diskusi kelompok mengenai praktik pelayanan yang telah berjalan di sekolah serta strategi peningkatannya.

Hari Kedua: Disiplin Positif dalam Membangun Karakter
Hari kedua menghadirkan narasumber Yulia Mukti Rufaida, M.Pd. yang membahas tentang disiplin positif sebagai pendekatan pembinaan siswa. Materi menekankan bahwa disiplin bukan tentang hukuman, melainkan proses pembelajaran untuk menumbuhkan tanggung jawab dan kesadaran diri. Guru dan tendik diajak memahami cara membangun kesepakatan kelas, memberikan konsekuensi yang mendidik, serta menggunakan bahasa yang memberdayakan. Melalui sesi praktik dan simulasi, peserta belajar menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.

Hari Ketiga: Praktik Restoratif dan Penguatan Budaya Sekolah
Pada hari ketiga, peserta mendalami praktik restoratif sebagai pendekatan penyelesaian konflik yang berfokus pada pemulihan hubungan dan tanggung jawab bersama. Melalui diskusi kasus dan role play, guru dan tendik mempraktikkan dialog restoratif, mediasi, serta penyusunan kesepakatan perbaikan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya sekolah yang peduli, inklusif, dan saling menghargai.

Selama tiga hari pelaksanaan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi, tetapi juga momentum refleksi bersama untuk memperkuat nilai-nilai karakter di lingkungan sekolah. Dengan terselenggaranya workshop ini, SMK Negeri 2 Sewon menegaskan komitmennya dalam membangun budaya sekolah yang profesional, humanis, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan bermakna.
